Kamis, 11 April 2013

Kagum dengan Figur Habibie

Pemutaran Film Habibie dan Ainun di Bioskop Raya
Sukses penayangan perdana film Habibie dan Ainun di Epicentrum XXI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Desember lalu, pemutaran film ini pun disambut antusias oleh warga Padang. Di hari ketujuh pemutaran film ini di Bioskop Raya, Padang, masih dipadati penonton.

STUDIO 3 Bioskop Raya di kawasan Pasar Raya tak seperti biasanya. Bila sehari-hari sepi penonton, sejak sepekan ini tam­pak bergairah. Antrean pe­ngun­jung tampak mengular membeli karcis dan menuju pintu masuk studio 3. Dalam setiap pemutaran, sebanyak 261 pasang mata me­nonton film Habibie & Ainun be­sutan Faozan Rizal dengan aktor Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Mereka pun hanyut mengikuti alur cerita, meng­hayati kata demi kata dari se­de­ret romansa kehidupan mantan Pre­siden RI, BJ Habibie di layar berukuran 20 x 11 meter.

Belum selesai pemutaran film di studio 3, di luar studio sudah kembali terlihat antrean pengunjung membeli karcis film Habibie dan Ainun. Para pengunjung terdiri dari berbagai kalangan. Ada para pelajar yang masih berseragam SMA, anak-anak kuliahan, muda-mudi yang se­da­ng dimabuk asmara, hingga anak-anak bersama ora­ng­tua­nya.

Rela menunggu dua jam sebelum jadwal tayang film dimulai pada pukul 13.45. Khoiri, 17, misalnya. Ber­sa­ma lima teman sekolahnya di SMK, sudah nyanggong di bios­kop menunggu jadwal ta­yang berikutnya pukul 16.00. “Pe­na­saran saja dengan film Habibie dan Ainun ini. Sebab, katanya penontonnya sudah mencapai jutaan, berarti filmnya bagus,” ucapnya.

Khoiri memang mengi­do­lakan sosok Habibie ketimbang pemerannya Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. “Meski tak dipungkiri, karakter kedua pe­me­ran itu mendekati tokoh aslinya,” katanya.
Begitupun Irwan, 44, mem­boyong seluruh anggota ke­luar­ganya ke bioskop untuk me­nonton film ini. Ayah dari tiga anak itu, film yang diproduksi MD Pictures ini kaya unsur pendidikan dan perjuangan yang layak dicontoh oleh kawula muda. “Bagaimana tanggung jawab Pak Habibie sebagai seo­ra­ng negarawan dan kepala ke­luarga bagus untuk kita jadi­kan pelajaran,” tuturnya.

Pengunjung yang telah mem­­­­baca buku yang ditulis sen­di­ri BJ Habibie tersebut, juga ter­­­dapat unsur nilai-nilai pen­di­di­kan. “Keinginan Habibie un­tuk melanjutkan pendidikan hi­ng­ga ke Jerman, waktu itu, patut kita apresiasi,” tambahnya.

Karyawan Bioskop Raya, Edi, 60, mengaku lonjakan pe­non­­ton terjadi sejak lima hari te­rakhir. Hari pertama, Kamis pe­kan lalu, lonjakan penonton belum terlihat. “Mungkin karena banyak yang belum tahu,” ka­tanya. Sehari setelah itu, Jumat, rata-rata pengunjung melebihi tiga ratusan untuk dua kali ta­yang.

Melihat lonjakan pe­non­ton, pihak Raya Theatre ak­hir­nya membuka dua studio setiap ha­ri dengan tiga kali tayang. Pernyataan senada juga di­sam­­paikan pengawas bioskop Us­­dinal, 51. “Pengunjungnya ada dari Bukittinggi, Solok dan Pa­ria­man,” tutur pria yang telah be­kerja di Raya sejak tahun 1986 itu.

Sekadar diketahui, karakter Hasri Ainun Habibie diperankan Bunga Citra Lestari. Ia harus menerima cinta teman SMP yang sering menjulukinya ‘gula jawa’ karena kulitnya yang agak kecokelatan. Cerita kero­man­tisan, kesetiaan dan air mata diki­sahkan di sana.
Padek, Jum'at (04/01/2013) by cr1/Debi Virnando

0 komentar:

Posting Komentar