Pemutaran Film Habibie dan Ainun di Bioskop Raya
Sukses penayangan perdana film Habibie dan Ainun di Epicentrum XXI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Desember lalu, pemutaran film ini pun disambut antusias oleh warga Padang. Di hari ketujuh pemutaran film ini di Bioskop Raya, Padang, masih dipadati penonton.
STUDIO 3 Bioskop Raya di kawasan Pasar Raya tak seperti biasanya. Bila sehari-hari sepi penonton, sejak sepekan ini tampak bergairah. Antrean pengunjung tampak mengular membeli karcis dan menuju pintu masuk studio 3.
Dalam setiap pemutaran, sebanyak 261 pasang mata menonton film Habibie & Ainun besutan Faozan Rizal dengan aktor Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Mereka pun hanyut mengikuti alur cerita, menghayati kata demi kata dari sederet romansa kehidupan mantan Presiden RI, BJ Habibie di layar berukuran 20 x 11 meter.
Belum selesai pemutaran film di studio 3, di luar studio sudah kembali terlihat antrean pengunjung membeli karcis film Habibie dan Ainun. Para pengunjung terdiri dari berbagai kalangan. Ada para pelajar yang masih berseragam SMA, anak-anak kuliahan, muda-mudi yang sedang dimabuk asmara, hingga anak-anak bersama orangtuanya.
Rela menunggu dua jam sebelum jadwal tayang film dimulai pada pukul 13.45.
Khoiri, 17, misalnya. Bersama lima teman sekolahnya di SMK, sudah nyanggong di bioskop menunggu jadwal tayang berikutnya pukul 16.00. “Penasaran saja dengan film Habibie dan Ainun ini. Sebab, katanya penontonnya sudah mencapai jutaan, berarti filmnya bagus,” ucapnya.
Khoiri memang mengidolakan sosok Habibie ketimbang pemerannya Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. “Meski tak dipungkiri, karakter kedua pemeran itu mendekati tokoh aslinya,” katanya.
Begitupun Irwan, 44, memboyong seluruh anggota keluarganya ke bioskop untuk menonton film ini. Ayah dari tiga anak itu, film yang diproduksi MD Pictures ini kaya unsur pendidikan dan perjuangan yang layak dicontoh oleh kawula muda. “Bagaimana tanggung jawab Pak Habibie sebagai seorang negarawan dan kepala keluarga bagus untuk kita jadikan pelajaran,” tuturnya.
Pengunjung yang telah membaca buku yang ditulis sendiri BJ Habibie tersebut, juga terdapat unsur nilai-nilai pendidikan. “Keinginan Habibie untuk melanjutkan pendidikan hingga ke Jerman, waktu itu, patut kita apresiasi,” tambahnya.
Karyawan Bioskop Raya, Edi, 60, mengaku lonjakan penonton terjadi sejak lima hari terakhir. Hari pertama, Kamis pekan lalu, lonjakan penonton belum terlihat. “Mungkin karena banyak yang belum tahu,” katanya. Sehari setelah itu, Jumat, rata-rata pengunjung melebihi tiga ratusan untuk dua kali tayang.
Melihat lonjakan penonton, pihak Raya Theatre akhirnya membuka dua studio setiap hari dengan tiga kali tayang. Pernyataan senada juga disampaikan pengawas bioskop Usdinal, 51. “Pengunjungnya ada dari Bukittinggi, Solok dan Pariaman,” tutur pria yang telah bekerja di Raya sejak tahun 1986 itu.
Sekadar diketahui, karakter Hasri Ainun Habibie diperankan Bunga Citra Lestari. Ia harus menerima cinta teman SMP yang sering menjulukinya ‘gula jawa’ karena kulitnya yang agak kecokelatan. Cerita keromantisan, kesetiaan dan air mata dikisahkan di sana.
Padek, Jum'at (04/01/2013) by cr1/Debi Virnando
Kamis, 11 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar