Kamis, 11 April 2013

Jumlah Pencari Kerja Meningkat

Dinsosnaker Nilai Standar Kompetensi Rendah
Jumlah pen­cari kerja di Kota Padang terus meningkat. Rendahnya standar kom­petensi para sarjana dan lu­lusan SMA menjadi pemicu pe­ning­katan tersebut. Selain itu, tidak adanya penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) turut menyumbang pengangguran.

Data dihimpun Padang Ek­s­pres, terjadi lonjakan drastis jum­lah pencari kerja di tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2012, pencari kerja di Pa­dang berjumlah 12.791 orang. Sementara di tahun sebelumnya, jumlah pencari kerja hanya se­te­ngah dari jumlah tersebut, yakni 6.194 orang.

“Selain rendahnya kompetensi dan tidak adanya penerimaan CPNS, dibatasinya pengiriman tenaga kerja ke luar negeri juga menjadi penyebab. Tenaga kerja yang akan dikirim betul-betul tenaga yang memiliki skill dan menguasai bahasa negeri setem­pat,” kata Kepala Dinas Sosial Te­naga Kerja (Dinsosnaker) Kota Padang, Hariadi Dahlan.

Di sisi lain, investor yang masuk ke Padang terbatas. Kalaupun ada, kata Hariadi, hanya di bidang perhotelan. “Mengantisipasi lon­jakan pencari kerja, kita berupaya mendekatkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Salah satu caranya mengadakan Job Fair 2013 Juli depan. Juga membuka bursa kerja on­line, agar mempermudah pero­lehan informasi dan mem­percepat pengurusan administrasi,” jelas Ha­riadi Dahlan.

Kasi Penempatan dan Per­lua­san Kerja, Muharleni me­nam­bahkan, selama Januari, telah terdata 602 orang pencari kerja untuk mengurus kartu kuning atau kartu AK 1. “Dari 602 pencari kerja itu, kita telah menempatkan 208 tenaga kerja dari berbagai umur. Tapi, rata-rata tamatan sekolah me­ne­ngah,” terangnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Padang, merilis data berbeda dengan Dinsosnaker. Data BPS, terdapat 76.365 pencari kerja pada tahun 2009 dari 875.750 jiwa penduduk Padang.

 Jauh lebih tinggi dibanding data dari Dinsosnaker, 16.410 orang. Tahun berikutnya, BPS mencatat 19.000 tenaga pencari kerja. Dinsosnaker menemukan 13.945 orang di tahun yang sama.

Divisi Pengolahan Data BPS Padang, Mutia menilai, perse­lisihan jumlah data itu dise­babkan perbedaan cara pe­ngo­lahan dan pencarian data. “Per­bedaan data tidak terlepas dari beberapa proses dalam pen­dataan. Selain cara pen­golahan dan pencarian, juga disebabkan tidak samanya kon­sep dan cara perolehan data.

Satu saja yang beda, hasilnya juga beda. Jadi, walaupun objek kita sama, yaitu pencari kerja, kalau konsep, cara perolehan, pengolahan dan sumber beda kita berbeda, inilah alasan per­bedaan hasil itu,” terangnya.
Padek, Senin (04/03/2013) by cr1/Debi Virnando

0 komentar:

Posting Komentar