Sabtu, 13 Juli 2013

PLN : UPAYAKAN RAMADHAN TANPA PEMADAMAN

PT PLN (Persero) Sumbar mengupayakan tidak terjadi pemadaman selama Ramadhan. Hal itu diupayakan seiring untasnya perbaikan kerusakan alat di PLTU Ombilin.

Pihak PLN mengaku telah menyiapkan petugas dan komponen alat jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan kembali. Namun demikian, PLN Sumbar juga mengimbau kepada pelanggan untuk bisa berhemat menggunakan listrik, khususnya saat beban puncak, pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB.

“Jika nantinya ada pemadaman selama Ramadhan, itu lebih kepada force mayor. Misalnya hujan lebat yang menyebabkan pohon kayu tumbang menimpa tiang listrik atau gardu. Namun itu nantinya, pemadaman akan sebentar. Kita sudah siapkan petugas,” ujar Manager Bidang Teknik PLN Sumbar, Suprapto di kantor PLN Sumbar, Minggu (7/7).

Suprapto menjelaskan, kebutuhan listrik di Sumbar sebesar 438 MW, sementara daya tampung listrik hanya 406 MW. Artinya minus 32 MW. “Untuk kekurangan ini, kita mendapat tambahan listrik interkoneksi dari Sumsel. Jadi tak benar, selama ini ada pihak yang tidak bertanggungjawab menghembuskan isu bahwa listrik Sumbar dijual ke Riau. Puncaknya itu, terjadi Selasa 14 Mei lalu. Pada beban puncak pukul 19.00 WIB, kebutuhan pelanggan mencapai 1.161,12 MW. Makanya, harus pemadaman bergilir,” tambahnya.

Suprapto memprediksi, kebutuhan listrik pelanggan Sumbar saat Ramadhan nanti, khususnya pada beban puncak, mencapai 460 MW. “Karena itu, saat ini kita telah melakukan sejumlah langkah untuk antisipasi. Salah satunya menampung air pada siang hari, dan mengoperasikan penuh pada malam hari untuk PLTA. Di Sumbar itu, pembangkit terbesar berada di PLTU Ombilin, 2x100 MW,” tambah Asisten Manager Jaringan PLN Sumbar, Junaidi.

0 komentar:

Posting Komentar