Malam puncak anugerah karya jurnalistik Rida Award 2013 di Ball Rom Mercure Padang, tadi malam (30/6), tak berpihak kepada tuan rumah Divre Riau Pos Group Padang. Dari lima kategori perlombaan, tak satu pun nominator asal tuan rumah baik Padang Ekspres maupun Pos metro Padang menjadi jawara. Luka tuan rumah semakin bertambah setelah tim Padek FC hanya berada di peringkat empat ajang Rida Cup 2013.
Para jawara Rida Award 2013 diumumkan Ketua Dewan Juri yang juga Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, kategori Perwajahan Koran Umum dimenangkan Batam Pos (edisi 21 Mei 2013 ). Atas prestasi ini Batam Pos berhak membawa uang tunai sebesar Rp10 juta. Lalu, Perwajahan Koran Metro dimenangkan Posmetro Rohil (edisi 8 Mei 2013).
Sedangkan kategori Karya Foto Jurnalistik, dimenangkan Didik Hermanto dari Riau Pos atas karya berjudul “Ngelem”. Kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Feature, kali ini dimenangkan Yermia Riezky dari Majalah Batampos.co.id, dengan judul “Invasi Kerajaan Kek Pisang”.
Untuk kategori paling bergengsi yakni Karya Tulis Jurnalistik Jenis Indepth Investigasi berhasil dimenangkan Muhammad Amin dari Riau Pos dengan tulisannya “Duanu yang Terancam Punah”. Atas prestasi ini, Muhammad Amin pemenang Rida Award edisi pertama (2007, red), berhak membawa pulang unang tunai sebesar Rp25 juta.
Menurut Rida, tahun ini karya tulis jenis Feature maupun indepth investigasi, sangat merepotkan dewan juri untuk menentukan siapa pemenangnya. Karena, dari seluruh tulisan masuk nominator, hampir keseluruhnya bagus.
“Saya sebagai ketua dewan juri sangat hati-hati sekali menentukan pemenang ini. Karena jarak poin dari masing-masing nominator ini tidak terlalu jauh. Namun, saya selalu tekankan, tulisan yang berpeluh membuatnya, serta lebih mendalam, itu bakal jadi terbaik,” tuturnya.
Tidak saja karya tulisan membanggakan, perwajahan koran, juga rata-rata bagus dan bersaing. Lebih mengembirakan lagi, tidak hanya koran-koran lama, namun koran baru juga cukup berani menampilkan hal-hal menjual dan menarik pembaca.
Untuk kategori Foto Jurnalistik, menurut Rida, tahun ini sedikit mengalami kemunduran dari tahun sebelumnya. Sebab, dari sekian banyak foto yang diseleksi dewan juri, tidak satu pun yang betul-betul baik. “Kebanyakan fotografer tidak sabar menunggu momen bagus. Tergesagesa. Tahun ini memang tidak bagus foto-fotonya. Ini perlu jadi catatan bagi setiap pewarta foto,” tegas Rida.
Rida juga mengingatkan bahwa Rida Award merupakan ajang perbaikan karya tulis jurnalistik, karya foto jurnalistik bagi seluruh wartawan se-Riau Pos Group. Sebagai momentum untuk bersaing secara sehat, dan memotivasi agar menjadi jurnalis lebih baik. “Temukan lagi ruh jurnalistik. Wartawan dituntut untuk sungguh-sungguh dalam menulis sebuah karya lebih mendalam, dan tidak asal menulis. Inilah mendasari tujuan Rida Award itu sendiri,” tutur Rida.
Padek, Selasa (16/7) by cr1/Debi Virnando
Selasa, 16 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar