Minggu, 14 Juli 2013

LURAH BERPRESTASI INI SERING RAPAT DISAWAH

Rapat tidak harus di ruangan sejuk beralaskan karpet. Cukup berlindung di bawah pohon di tengah sawah di kawasan Koronggadang, rumusan demi rumusan program kerja dirembukkan. Cara kerja kreatif ini mengantarkan Salisma sebagai lurah berprestasi se-Kota Padang.

Salisma, putri asli Suku koto, Kelurahan Pasar Ambacang ini, memimpin Kelurahan Koronggadang sejak April 2008. Berkat tangan dinginnya dan disokong masyarakat, Salisma mewakili Padang dalam ajang Lomba Kompetensi Lurah tingkat Sumbar tahun 2013.

Ketika ditemui di Kantor Camat Kuranji, Selasa (30/4), Salisma sedang mengurus keperluan kelurahan di kecamatan. Dengan ramah, lurah yang memiliki penduduk sekitar 19.370 jiwa itu melayani meladeni diskusi.

“Sekitar bulan April 2008, saya diangkat menjadi lurah di Koronggadang. Sebelumnya, saya juga pernah bertugas sebagai sekretaris lurah di kelurahan ini dan Lurah Anduring,” kata Salisma.

Gaya kepemimpinan Salisma terkesan santai alias tidak formal. Tidak tampak perbedaan status dan jabatan dalam memenej birokrasi, melainkan mengedepankan profesionalitas dan tanggung jawab.

“Di kantor, saya mene­rap­kan rasa kekeluargaan. Dengan begitu, pegawai punya rasa tanggung jawab untuk menuntaskan tugas mereka masing-masing,” kata wanita kelahiran 17 Mei 1960 tersebut.
Padek, Kamis (2/5/2013) by cr1/Debi Virnando
Salisma mengaku tak betah berdiam diri di kantor seharian. “Tak hanya ketika jadi lurah, saat menjabat sekretaris lurah pun begitu. Saya senang berkeliling dengan motor agar lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain dekat dengan jajarannya, Salisma piawai membangun hubungan harmonis dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

Salisma rajin bersilaturahmi dengan PKK setempat. Semua rancangan yang akan dijalankan dimusyawarahkan setiap hari. Ibu-ibu PKK dirangkul.

“Kami sering memasak di kantor, lalu makan bersama. Lewat rutinitas itulah keakraban terjalin. Sehingga kita saling topang menopang untuk memajukan kelurahan ini,” ucap Salisma.

Tak heran, kinerja jaja­ran­nya meningkat. Mereka bekerja seakan tidak mengenal jam kantor. Salisma dan jajarannya sering pulang tengah malam untuk menyelesaikan semua pekerjaan di kelurahan.

“Kalau kerja hari ini belum selesai, bagaimana kita akan melanjutkan dengan kerja yang telah menunggu esok hari. Tidak ada jaminan pekerjaan hari esok lebih sedikit daripada hari ini. Makanya, kerja setiap hari, mau tidak mau harus selesaikan hari itu juga, walaupun jam kantor telah habis,” tegas mantan Sekretaris Lurah Lubuklintah ini.

Karena gayanya yang merakyat, tidak sulit bagi Salisma mengajak masyarakat membangun sejumlah infrastruktur secara swadaya dan program manunggal.

“Bermodalkan bantuan manunggal Rp 35 juta, jalan sepanjang 2 kilometer dan lebar 7 meter dibangun. Jalan itu melewati 3 RW, yakni RW 2, RW 14 dan RW 3. Semua jalan baru menuju satu titik, RW 4. Swadaya masyarakat, RW, ninik mamak dan warga menjadi andalan pembukaan jalan. Alhasil, kelurahan Koronggadang waktu itu berhasil meraih juara II program manunggal,” ujarnya.

Kantor lurah yang awalnya menghadap ke barat, direkonstruksi ke arah Selatan sehingga menghadap ke jalan raya di tahun 2009. Ruang PKK, kamar mandi dan ruangan lain direhab. “Tahun itu, jalan dari RW 14 ke RW 4 juga dibuka. Pada tahun ini, dibuka jalan dari perumahan PWI melintasi Masjid Nurul Hasanah Kuranji. Jalan ini dulunya hanya dilewati motor, lalu kita lebarkan agar dapat dilewati mobil sekitar 200 meter,” te­rangnya.

Asam garam selama menjadi lurah telah dilalui. Terutama ketika membebaskan lahan untuk pembukaan jalan, dia sempat diserbu sebagian warga. Dengan naluri keibuannya, sikap keras warga melunak.

“Setelah kesepakatan dida­pat, bersama LPM dan tokoh masyarakat, kami langsung melakukan pemancangan,” ucap wanita bergelar sarjana hukum ini.

Jiwa leaders telah dimiliki oleh Salisma sejak masih di bangku SD dan SMP selalu dipercaya sebagai ketua kelas. “Iya, kita dulu satu kelas. Kalau tidak wakil, ketua kelas,” ungkap teman sekelas Salisma ketika SMP, Syamsir yang sekarang menjadi Lurah di Kalumbuk.

0 komentar:

Posting Komentar