Selasa, 16 Juli 2013

MTQ MAHASISWA NASIONAL ke-XIII

Malang Juara Umum
Universitas Negeri Malang keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional XIII di Padang, Sumbar. UNM mendominasi di enam cabang perlombaan, dengan perolehan 15 poin. Keenam cabang perlombaan itu, yakni Karya Tulis Ilmiah, Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Fahmil Quran, Tilawatil Quran, dan Khattil Quran.

Ketua Pembina Kafilah UNM Yusuf Hanafi mengatakan, pihaknya hanya membawa 19 kafilah dari total 25 kafilah untuk 12 cabang diikuti masing-masing perguruan tinggi. “Kita ramping, tapi efektif. Buktinya, kita juara,” ujarnya.

Menurut Yusur, pihaknya sudah mempersiapkan diri sejak empat bulan sebelum kegiatan ini dihelat. Pembina kafilah tidak saja dari UNM, tapi juga dari orang-orang berkompeten di luar kampusnya. “Awalnya kita tak memprediksi. Tapi kita optimistis,” ujarnya.

Kata Yusuf, salah seorang kafilahnya, pernah menjuarai Tilawatil Quran tingkat Asia Tenggara. “Ini salah satu modal kita,” ujarnya. Kafilah UNM dibentuk dalam satu wadah pembinaan AL Quraan Study Club. Nah, mayoritas kafilah yang dibawa ke Padang merupakan binaan dari lembaga tersebut.

Diurutan kedua, diraih Universitas Sumatera Utara dengan perolehan 12 poin. USU meraih poin di empat cabang perlombaan. Yaitu, Fahmil Quran, Khatil Quran Putri, Hifzil Quran 5 Juz dan Qira’at Sab’ah Quran.

Tuan rumah Universitas Negeri Padang (UNP) menduduki posisi ketiga dengan perolehan 11 poin. UNP memperoleh poin dari cabang Tartil Quran putra dan putri dan Khatil Quraan. Sementara tuan rumah lainnya, Universitas Andalas tidak masuk 10 besar.

“Kekalahan ini hanyalah, keberhasilan yang tertunda. Selamat bagi para pemenang,” ungkap Rektor UNP, Prof Yanwar Kiram.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Musliar Kasim mengatakan, masyarakat sangat antusias menyaksikan perlombaan ini. “Ini membuat kegiatan yang dise­leng­garakan satu kali dua tahun itu meriah,” ujarnya.

Menurut mantan Rektor Unand ini, MTQ ini merupakan refleksi atas keberadaan Islam rahmatan lil’amin. “Inilah forum menjalin komunikasi dan silaturahmi antara perguruan tinggi, seperti diajarkan dalam Islam,” ujarnya.

Perlombaan ini, kata Mus­liar, merupakan persaingan dalam hal baik. “Bagi belum meraih juara, jangan berkecil hati. Sebab, ini hanyalah kemenangan tertunda,” ujarnya.

Dalam pembukaan dan penutupan MTQ Mahasiswa Nasional ke XIII ini, dihujani pertunjukan tradisi Minangkabau. Seperti, tarian massal, tari indang, tari payung. “Ini perpaduan antara adat dan agama. Seperti falsafah Minangkabau, Adat Basandari Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” ujar putra Tanahdatar ini.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy mengatakan, kegiatan ini merupakan sejarah berulang. Sebab, 30 tahun lalu MTQ Nasional XIII lalu juga dibuka di Stadion H Agus Salim Padang. “Begitu juga MTQ Mahasiswa Nasional XIII ini. Juga dibuka dan ditutup di tempat sama,” ujarnya.

Mantan ketua DPRD Sum­bar ini berharap, para kafilah dan ofisial bisa membawa kenangan manis di Sumbar ke masing-masing daerahnya. “Kalau jelek, tinggalkan saja di bandara,” ujar Leonardy.
Padek, Sabtu (29/6) by cr1/Debi virnando

0 komentar:

Posting Komentar